Showing posts with label Superseries. Show all posts
Showing posts with label Superseries. Show all posts

Hasil Singapura Terbuka Superseries 16 Juni 2011 Ganda Lolos, Langkah Aprilla Terhenti

Hasil Singapura Terbuka Superseries 16 Juni 2011 Ganda Lolos, Langkah Aprilla Terhenti. Dua ganda Indonesia lolos ke babak perempatfinal Singapura Terbuka Superseries 2011, namun langkah Aprilla Yuswandari dihentikan pemain China, Wang Xin.

Di ganda putra, Alvent Yulianto/Hendra AG maju ke perempat final dengan menyingkirkan ganda asal Taiwan, Chen Hung Ling/Lin Yu Lang. Alvent/Hendra menang dalam dua game, 21-11 dan 21-19.

Kemenangan juga diraih oleh ganda putri utama Indonesia, Meiliana Jauhari/Greysia Polii. Menghadapi ganda Jerman, Sandra Marinello/Birgit Michels, Meiliana/Greysia bermain taktis dan merebut dua game, 21-15 21-16.

Namun, harapan Indonesia di tunggal putri kandas setelah satu-satunya pemain yang bertahan, Aprilla Yuswandari, kandas. Aprilla mampu merebut satu game sebelum ditaklukkan pemain unggulan 3 asal China, Wang Xin, 21-18, 11-21, 14-21.

Hasil Taufik Hidayat vs Wang Zhengming 16 Juni 2011 Singapura Terbuka Superseries 2011

Hasil Taufik Hidayat vs Wang Zhengming 16 Juni 2011 Singapura Terbuka Superseries 2011. Tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat, tersingkir di babak kedua turnamen bulu tangkis Singapura Terbuka Superseries setelah kalah di tangan pemain China, Wang Zhengming, Kamis (16/6/2011).

Taufik yang diunggulkan di tempat pertama tampil tidak meyakinkan dan menyerah dalam rubber game 16-21 22-20 13-21.

Di babak pertama, Taufik juga bermain buruk dan dibuat tunggang langgang oleh pemain muda Malaysia, Daren Liew, sebelum menang rubber game 22-24 21-12 21-18.

Dengan tersingkirnya Taufik, di sektor tunggal putra harapan Indonesia tinggal bertumpu pada Simon Santoso. Di babak kedua, Kamis ini, Simon akan menghadapi pemain Jepang, Sho Sasaki.

Hasil Raket Fran/Pia Singapura Terbuka Superseries 16 Juni 2011

Hasil Raket Fran/Pia Singapura Terbuka Superseries 16 Juni 2011. Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadeth, gagal melanjutkan kiprahnya di ajang Singapura Terbuka Superseries. Langkah ganda campuran Pelatnas Cipayung tersebut terhenti di babak kedua setelah menyerah 18-21, 15-21 dari pasangan Inggris, Nathan Robertson/Jenny Walwork, Kamis (16/6/11).

Dengan demikian, Indonesia hanya tinggal mengandalkan unggulan keempat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir untuk meraih gelar dari sektor ganda campuran turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini. Pasalnya, dua wakil lainnya dari Tanah Air, Fran/Pia serta Muhammad Rijal/Debby Susanto, gagal melangkah ke perempat final. Rijal/Debby kalah 14-21, 18-21 dari unggulan utama asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Dari sektor ganda putri, Vita Marissa/Nadya Melati, berhasil melangkah ke perempat final. Pasangan non-Pelatnas ini menyingkirkan ganda putri terbaik Malaysia, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty, dengan straight game 21-12, 21-17. Selanjutnya, Vita/Nadya akan menghadapi unggulan keempat dari Jepang Shizuka Matsuo/Mami Naito atau pasangan Singapura Chen Jiayuan/Xing Aiying.

Indonesia masih mempunyai satu wakil ganda putri yang akan tampil di babak kedua ini, yaitu unggulan ketiga Meiliana Jauhari/Greysia Polii. Pasangan Pelatnas ini akan ditantang pemain Jerman, Sandra Marinello/Birgit Michels.

Jadwal Pertandingan Indonesia di Perempat Final Singapura Terbuka Superseries

Jadwal pertandingan pemain Indonesia di perempat final:

  • Tunggal putra: Simon Santoso vs (2) Lin Dan (China)
  • Ganda putra: Alvent Yulianto Chandra/Hendra AG vs Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata (Jepang)
  • Ganda putri: Vita Marissa/Nadya Melati vs (4) Shizuka Matsuo/Mami Naito (Jepang)
  • Ganda putri: (3) Meiliana Jauhari/Greysia Polii vs (6) Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korea)
  • Ganda campuran: (4) Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir vs Lee Yong Dae/Ha Jung Eun (Korea)

Singapura Terbuka Superseries, Simon Tantang Lin Dan di Perempat Final

Singapura Terbuka Superseries, Simon Tantang Lin Dan di Perempat Final. Tunggal putra Pelatnas Cipayung, Simon Santoso, memelihara asa Indonesia untuk membawa pulang gelar dari Singapura Terbuka Superseries. Simon maju ke perempat final turnamen berhadiah 200.000 dollar AS tersebut, Kamis (16/6/2011), setelah menang 21-11, 21-12 atas pemain Jepang, Sho Sasaki.

Keberhasilan Simon menjadi pengobat luka Indonesia di ajang ini, setelah pemain andalan yang merupakan unggulan utama, Taufik Hidayat, tersingkir secara tragis. Melawan pemain non-unggulan dari China, Wang Zhengming, Taufik menyerah rubber game 16-21, 22-20, 13-21.

Namun, di perempat final nanti, Simon harus mengerahkan semua kekuatan dan mengobarkan semangat pantang menyerah. Pasalnya, dia akan bertemu unggulan kedua asal China, Lin Dan, yang lolos setelah menang dua game 21-17, 21-11 atas pemain muda Denmark, Jan O Jorgensen.

Secara statistik, Lin Dan sangat mendominasi pertemuan mereka karena dari tujuh laga, pemain kidal yang mendapat predikat "Super Grand Slam" tersebut unggul 7-0. Namun, dari hasil pertemuan terakhir yang terjadi di Korea Terbuka Superseries Premier, 29 Januari 2011, Simon memberikan sinyal bisa menyulitkan Lin Dan karena kalah rubber game 21-23, 22-20, 15-21 dari pemain yang kini menjadi peringkat satu dunia tersebut. Lin Dan hanya perlu maju ke perempat final turnamen ini untuk menggeser Lee Chong Wei dari puncak ranking BWF.

Dengan demikian, total ada lima wakil Indonesia yang akan bermain di perempat final, Jumat (17/6/2011). Selain Simon di tunggal putra, masih ada ganda putra Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan, ganda putri Vita Marissa/Nadya Melati dan unggulan ketiga Meiliana Jauhari/Greysia Polii, serta ganda campuran unggulan keempat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Alvent/Hendra AG akan menghadapi pasangan Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata; Tontowi/Liliyana bertemu pasangan Korea Selatan, Lee Yong Dae/Ha Jung Eun; Vita/ Nadya melawan unggulan keempat dari Jepang, Shizuka Matsuo/Mami Naito; dan Meiliana/Greysia ditantang unggulan keenam dari Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung.

Hasil Singapura Terbuka Superseries 16 Juni 2011, Kido/Hendra dan Ahsan/Bona Terjegal

Hasil Singapura Terbuka Superseries 16 Juni 2011, Kido/Hendra dan Ahsan/Bona Terjegal. Dua ganda putra Indonesia terjegal pada babak kedua Singapura Terbuka Superseries, Kamis (16/6/2011). Markis Kido/Hendra Setiawan selaku unggulan keenam serta Mohammad Ahsan/Bona Septano selaku unggulan kedelapan gagal melewati rintangan dalam pertarungan memperebutkan tiket perempat final turnamen berhadiah 200.000 dollar AS tersebut.

Kido/Hendra, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008, di luar dugaan, menyerah dua game langsung, 17-21, 19-21, dari pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa. Sementara itu, Ahsan/Bona, digilas pasangan China yang lolos dari babak kualifikasi, Hong Wei/Shen Ye, dengan 20-22, 21-13, 18-21. Pasangan China tersebut akan bertemu kompatriotnya yang merupakan unggulan keempat, Cai Yun/Fu Haifeng.

Dengan demikian, Indonesia hanya bisa berharap kepada pasangan non-pelatnas, Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan. Mantan pasangan pelatnas Cipayung ini melaju ke perempat final setelah menang 21-11, 21-19 atas pemain Taiwan, Chen Hung Ling/Lin Yu Lang. Mereka akan bertemu pasangan Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata, Jumat (17/6/2011), untuk memperebutkan tiket semifinal.

Jelang Singapura Terbuka Superseries 2011, Lin Dan Berpeluang Besar Geser Chong Wei

Jelang Singapura Terbuka Superseries 2011, Lin Dan Berpeluang Besar Geser Chong Wei. Superstar China, Lin Dan, punya peluang sangat besar untuk menjadi pemain nomor satu dunia ketika tampil di turnamen Singapura Terbuka Superseries pekan ini. Pasalnya, pemain kidal yang kini menempati peringkat dua BWF tersebut hanya perlu mencapai perempat final untuk menggeser musuh bebuyutannya asal Malaysia, Lee Chong Wei, dari ranking pertama.

Chong Wei tidak ambil bagian dalam turnamen berhadiah 200.000 dollar AS tersebut. Pemain andalan utama Malaysia ini memilih untuk istirahat karena fokus latihan guna menghadapi Kejuaraan Dunia pada bulan Agustus mendatang di London.

Lin Dan merupakan pemain paling sukses di arena bulu tangkis. Peraih emas Olimpiade Beijing 2008 ini, yang empat kali menjuarai turnamen klasik All England, menjadi satu-satunya pebulu tangkis yang merengkuh gelar "Golden Grand Slam" karena menuai sukses di semua event paling bergengsi (baik perorangan maupun beregu) seperti Piala Dunia, Piala Thomas, Piala Sudirman, Asian Games dan Kejuaraan Asia.

Saat ini, Lin Dan, yang menikah dengan pemain putri China mantan juara dunia, Xie Xingfang, hanya tertinggal 4.160 poin dari Chong Wei, yang dikalahkannya di final Korea Terbuka Superseries Premier. Poin mereka terpaut cukup jauh lagi karena setelah di Korea itu, Chong Wei bisa membalasnya di final All England akhir Maret lalu.

Nah, di Singapura Terbuka, yang merupakan Superseries kelima dari total 12 Superseries, Lin Dan tampil sedangkan Chong Wei absen. Ini berarti Lin Dan punya peluang sangat besar menggeser rivalnya tersebut, apalagi sebagai unggulan kedua, dia relatif akan melewati babak-babak awal dengan cukup mudah.

Taufik unggulan utama

Meskipun di peringkat BWF Taufik Hidayat berada di peringkat tiga, tetapi tunggal putra nomor satu Indonesia tersebut akan menjadi unggulan utama di Singapura Terbuka. Tetapi tantangan bagi peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 tersebut akan sangat besar karena di jalurnya, dia dikepung sejumlah pemain China yang berpotensi mengalahkannya, seperti Bao Chunlai, Chen Long, Chen Jin, atau juga pemain Korea Selatan, Park Sung Hwan.

Di event tersebut, total ada enam pemain Indonesia yang langsung lolos ke babak utama. Tetapi hanya Taufik yang menjadi unggulan, sehingga langkahnya di babak pertama relatif mudah karena bertemu pemain kualifikasi. Sedangkan pemain lainnya dari Tanah Air sudah harus bertemu lawan berat seperti Sony Dwi Kuncoro menghadapi unggulan ketujuh Bao Chunlai, Alamsyah Yunus menghadapi unggulan ketiga Chen Long, Tommy Sugiarto menantang unggulan keempat Peter Hoeg Gade, Dionysius Hayom Rumbaka bertemu Sho Sasaki dan Simon Santoso menghadapi unggulan keenam Nguyen Tien Minh.

Buruknya prestasi para pemain muda Indonesia menjadi faktor utama mengapa tak ada yang masuk unggulan--peringkatnya terpuruk. Inilah yang membuat Taufik sempat mengecam para pemain muda itu, termasuk kegagalan mereka meraih gelar Piala Sudirman bulan lalu.

"Para pemain muda tidak menunjukkan semangat juang selama Piala Sudirman, dan saya marah," ujar Taufik, tak mau terus menyaksikan pertandingan turnamen beregu campuran itu, yang berlangsung di China.

"Bisakah anda memberitahu saya, siapa dari Indonesia yang berada di peringkat 10 besar selain saya? Saya sangat berharap seseorang dapat menggantikan saya di Olimpiade."

Followers

Pageviews