Showing posts with label BuluTangkis:. Show all posts
Showing posts with label BuluTangkis:. Show all posts

Berita BuluTangkis: Ide Rok untuk Pebulutangkis Putri Belum Mati

Berita BuluTangkis: Ide Rok untuk Pebulutangkis Putri Belum Mati. Demi membuat bulutangkis lebih menarik, sempat ada ide untuk mewajibkan atlet putri mengenakan rok. Walau mendapat penolakan, ide itu belum benar-benar dikubur.

Beberapa waktu lalu, BWF mengeluarkan peraturan yang mewajibkan semua pebulutangkis putri untuk mengenakan rok untuk membuat 'bulutangkis tersaji dengan lebih menarik'. Tapi aturan itu belum diterapkan setelah menuai protes.

Singapore Open Super Series yang berlangsung pekan ini seharusnya menjadi turnamen pertama di mana aturan itu diterapkan. Tetapi pejabat BWF menyebut bahwa aturan itu masih mengambang.

"Aturan itu masih ditunda hingga kami menerima pendapat dari komisi perempuan," ujar Marketing Manager BWF S. Selvam seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/6/2011).

"Ada banyak masukan dari para pemain. Tapi justru banyak masukan dari publik yang menilai aturan tersebut terlalu seksis," imbuh S. Selvam kemudian.

Jawaban apakah aturan ini nantinya bakal benar-benar diterapkan atau malah ditarik baru bisa ditentukan di bulan Desember.

"Apa yang sudah kami putuskan adalah kami meminta komisi perempuan dan akademisi etnis mencari masukan dari sponsor, pemain dan pihak-pihak terkait dan menyodorkan proposal baru tentang apa pakaian terbaik buat pemain putri maupun putra," tutup Selvam.

Berita BuluTangkis: Rudy, Indonesia Hanya Mampu ke Semifinal

Berita BuluTangkis: Rudy, Indonesia Hanya Mampu ke Semifinal. Mantan bintang bulu tangkis nasional Rudy Hartono menilai, kemampuan atlet-atlet bulu tangkis Indonesia saat ini hanya sampai babak semifinal. Dengan demikian, sulit bagi Indonesia untuk menjadi juara pada kejuaraan yang diikutinya.
Itu terjadi pada nomor tunggal. Lihat saja hasil di Thailand. Banyak pemain yang tidak mampu lolos ke babak berikutnya, bahkan ke semifinal
-- Rudy Hartono

"Itu terjadi pada nomor tunggal. Lihat saja hasil di Thailand. Banyak pemain yang tidak mampu lolos ke babak berikutnya, bahkan ke semifinal. Jika lolos butuh perjuangan yang keras," katanya di sela diskusi "Apa Yang Salah Dengan Dunia Olahraga di Indonesia" di Jakarta, Senin (13/6/11).

Untuk nomor ganda, kata dia, Indonesia masih mempunyai peluang untuk menjadi yang terbaik. Hanya saja, jangan mengandalkan salah satu pasangan pemain saja. Namun, harus berani memberikan beban lebih pada pemain muda.

Menurut dia, kondisi saat ini jauh berbeda di eranya ataupun di era Susi Susanti hingga Taufik Hidayat. Banyak pemain tunggal mampu mengharumkan nama bangsa. Untuk itu, sudah saatnya Indonesia bangkit dan kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Salah satu cara untuk kembali mengangkat citra bulu tangkis Indonesia adalah melakukan pembinaan sejak diri. Dengan pembinaan usia dini maka diperlukan dukungan penuh dari orang tua calon pemain atau atlet.

"Dukungan dari orang tua sangat diperlukan. Dia (orang tua) akan mengarahkan dan mampu mendorong atlet untuk jauh lebih baik dibandingkan jika atlet itu tidak didukung orang tuanya," ucap Dewan Pengawas Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) itu.

Juara All England delapan kali itu menambahkan, jika orang tua mendukung penuh maka atlet-atlet tidak akan kesulitan dalam melakukan latihan termasuk dalam menyediakan sarana pendukungnya. Kondisi itu jelas akan mempermudah dalam membentuk atlet masa mendatang.

"Kalau orang tua terus memantau latihan dan perkembangan atler saya optimistis hasilnya akan maksimal. Kondisi itu memang berat. Tapi dukungan pada anak akan memacu kesuksesan dalam berkarier di bidang olahraga," ujarnya.

Ditanya kenapa bulu tangkis Indonesia selalu kalah dalam beberapa kejuaraan, pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, itu menilai salah satu penyebabnya adalah kurangnya dukungan dari orang tua atlet.

Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara, Jo Rumeser mengatakan, untuk membentuk atlet andal diperlukan pembinaan sejak dini yang didukung dengan ketersediannya fasilitas olahraga yang cukup. Dengan kondisi itu, kata dia, peluang atlet untuk terus sampai ke jenjang elite akan terbuka, apalagi jika atlet itu terus mampu mempertahankan performannya, termasuk mampu mempersiapkan diri jika pensiun menjadi atlet.

"Untuk menjadi atlet harus terencana dan sistematis. Jadi tidak bisa instan. Harus dipersiapkan dengan baik, termasuk dukungan penuh dari pemerintah maupun pengusaha yang memiliki kecintaan pada olahraga," paparnya.

Prestasi olahraga Indonesia terus mengalami penurunan terutama pada kejuaraan multi event. Indonesia terakhir kali menjadi juara SEA Games adalah tahun 1997. Kondisi itu terus bertahan hingga saat ini.

Untuk itu, pada SEA Games 2011 di Tanah Air, diharapkan menjadi tonggak kebangkitan prestasi olahraga Indonesia.

Followers

Pageviews